Senin, 05 November 2012

SALAH NALAR

KESALAHAN PENALARAN
§        Pengertian Penalaran
Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan.
Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.
§        Pengertian Salah Nalar :
Gagasan, pikiran, kepercayaan, simpulan yang salah, keliru, atau cacat.

      Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan, seperti salah ucap atau salah tulis misalnya.
      Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan, disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu. Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kesalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses penalarannya yang merupan kesalahan formal.
Gagasan, pikiran, kepercayaan atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut sebagai salah nalar.
Salah nalar ada dua macam:
o   Salah nalar induktif
berupa :
·         kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas,
·         kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat,
·         kesalahan analogi.

Ø  Kesalahan deduktif dapat disebabkan :
·         kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi;
·         kesalahan karena adanya term keempat;
·         kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi; dan
·         kesalahan karena adanya 2 premis negatif.
Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar.
Berikut ini salah nalar yang berhubungan dengan induktif, yaitu :
  • A.   Generelisasi terlalu luas
Contoh : perekonomian Indonesia sangat berkembang
  • B.    Analogi yang salah
Contoh : ibu Yuni, seorang penjual batik, yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, ibu Lola seorang penjual batik, tentu dapat menjualya dengan harga terjangkau.
§        Jenis – jenis salah nalar

1)    Deduksi yang salah : Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
Contoh :
Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas.
Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.
2)   Generalisasi terlalu luas
Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Contoh :
Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati.
Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.
3)   Pemilihan terbatas pada dua alternatif
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
Contoh :
Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain.
§        Penyebab Salah Nalar
Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
Contoh:
Broto mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya.
Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.
Analogi yang Salah
Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
Contoh:
Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
Argumentasi Bidik Orang
Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
Contoh:
Program keluarga berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya memiliki enam orang anak

Sumber :
seckerfers.wordpress.com/2011/10/28/salah-nalar/

SILOGISME
§       Pengertian Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
§       Jenis-jenis Silogisme
Berdasarkan bentuknya, silogisme terdiri dari;
  • 1.     Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:
   Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
o   Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
o   Akasia membutuhkan air (Konklusi)

  • Ø  Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Contoh:
   Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
   Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Contoh:
   Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
   Sebagian pejabat korupsi (minor).
Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
Contoh:
   Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
 Bambang adalah politikus (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.
Contoh:
   Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
 Kucing bukan bunga mawar (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan
Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.
Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.
Contoh:
   Kerbau adalah binatang.(premis 1)
   Kambing bukan kerbau.(premis 2)
Kambing bukan binatang ?
Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif
Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
Contoh:
   Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
   Januari adalah bulan.(minor)
Januari bersinar dilangit?
Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
Contoh:
   Kucing adalah binatang.(premis 1)
   Domba adalah binatang.(premis 2)
   Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
   Sawo adalah tumbuhan.(premis4)
Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya
  • 2.    Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
   Jika hujan saya naik becak.(mayor)
   Sekarang hujan.(minor)
Saya naik becak (konklusi).
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
Contoh:
   Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
    Sekarang bumi telah basah (minor).
Hujan telah turun (konklusi)
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh:
   Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
   Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
Kegelisahan tidak akan timbul.
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Contoh:
   Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
   Pihak penguasa tidak gelisah.
Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
  • Ø  Hukum-hukum Silogisme Hipotetik
Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
  • 3.    Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:
   Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
   Nenek Sumi berada di Bandung.
Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:
Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
  • 4.    Silogisme Disjungtif
Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu:
Silogisme disyungtif dalam arti sempit
Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif.
Contoh:
   Heri jujur atau berbohong.(premis1)
   Ternyata Heri berbohong.(premis2)
Ia tidak jujur (konklusi).
ü  Silogisme disjungtif dalam arti luas
Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. Contoh:
   Hasan di rumah atau di pasar.(premis1)
   Ternyata tidak di rumah.(premis2)
Hasan di pasar (konklusi).
  • Ø  Hukum-hukum Silogisme Disjungtif
ü  Silogisme disjungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid.
Contoh:
   Hasan berbaju putih atau tidak putih.
   Ternyata Hasan berbaju putih.
Hasan bukan tidak berbaju putih.
Silogisme disjungtif dalam arti luas, kebenaran konklusinya adalah
Bila premis minor mengakui salah satu alternatif, maka konklusinya sah (benar).
Contoh:
   Budi menjadi guru atau pelaut.
   Budi adalah guru.
Maka Budi bukan pelaut.
Bila premis minor mengingkari salah satu alternatif, maka konklusinya tidak sah (salah).
Contoh:
   Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogyakarta.
   Ternyata tidak lari ke Yogyakarta
Dia lari ke Solo?
Konklusi yang salah karena bisa jadi dia lari ke kota lain.

Sumber :


Senin, 08 Oktober 2012

Pengertian Karya Ilmiah dan Penalaran Deduktif


Definisi Karya Ilmiah 
Karya ilmiah dapat disebut juga sebagai karangan ilmiah atau laporan ilmiah. Menurut beberapa ahli karangan ilmiah yaitu :

a. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar.

b. Drs.Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi dijelaskan bahwa karya ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasar pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya.

c. Menurut Hery Firman, karya ilmiah adalah laporan tertulis dan di publikasikan dipaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan karya ilmiah adalah hasil penelitian atau pengkajian dari serangkaian kegiatan yang dilakukan seseorang atau sebuah tim yang sistematis berdasarkan pada metode ilmiah, etika keilmuan, memenuhi kaidah dan menurut metodolog penulisan yang baik dan benar agar mendapatkan kawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang ada.

Adapun didalam karya ilmiah ada beberapa macam dari karya ilmiah tersebut, seperti :

1. Makalah ( dalam seminar atau symposium ) yaitu suatu karya ilmiah yang membahas suatu pokok permasalahan yang digunakan sebagai hasil penelitian yang disampaikan secara ilmiah ( seminar ).

2. Artikel yaitu suatu karya tulis atau karangan yang dimuat dalam media massa, karangan yang bertujuan untuk meyakinkan,membahas isu – isu tertentu, mendidik, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat.

3. Skripsi ( tugas akhir ) yaitu karya ilmiah yang ditulis berdasarkan suatu hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dapat dipertahankan di depan sidang ujian dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.

4. Tesis yaitu karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister dan mencoba membahas mengungkapkan persoalan ilmiah secara kristis.

5. Disertasi yaitu karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.).

Dalam membuat suatu karya ilmiah ada 4 ciri – ciri yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :

a. Struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal yaitu pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

b. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

c. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

d. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.


Apapun jenis karya ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan atau penulis lainnya tetap mempunyai manfaat yang berarti bagi pembaca. Manfaat dari karya ilmiah yaitu :

1. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.

2. Menulis ilmiah memerlukan literatur, buku-buku ilmiah, kamus, ensiklopedia yang disusun tertib.

3. Pada hakikatnya sebuah karangan ilmiah yaitu laporan tentang suatu kebenaran yang diperoleh dari hasil suatu penelitian.

4. Dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab pembahasan yang berfungsi menganalisis, memecahkan dan menjawab setiap permasalahan sampai tuntas hingga ditemukan sebuah jawaban.

5. Karena didalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab landasan teori atau kerangka teoritis yang berfungsi memaparkan teori – teori para ahli serta mengomentari atau mengkritiknya untuk memperkuat argumen penulis.

6. Bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah harus jelas atau harus bermakna tunggal tidak boleh ambigu), penempatan gatra ( unsure fungsional dalam kalimat harus lengkap dan tepat) dan diksi atau pilihan kata harus tepat.


Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran yaitu suatu proses berfikir dimana didalam proses berfikir tersebut sangat bertolak berlakang dari pengamatan indera yang dapat menghasilkan suatu konsep dan pengertian. Didalam suatu penalaran dikenal juga menalar yaitu dimana terbentuknya suatu proposisi – proposisi atau semacam gagasan, ide yang sejenis berdasarkan jumlah proposisi yang dianggap benar, beberapa orang menyimpulkan bahwa sebuah proposisi atau gagasan yang baru sebelumnya tidak diketahui.

Di dalam penalaran terdapat metode yaitu metode deduktif. Dimana pengertiannya sebagai berikut :
Metode deduktif merupakan suatu prosedur dimana yang menerapkan suatu peristiwa atau hal – hal yang umum dimana telah diketahui atau diyakini dan berakhir pada suatu kesimpulan yang yang bersifat lebih khusus. Didalam suatu penalaran deduktif dapat kita ketahui yaitu metode ini diawali dari suatu pembentukan teori, hipotesa, definisi operasional, instrument dan operasionalisasi. Dimana dengan kata lain, untuk kita dapat memahami suatu gejala atau peristiwa terlebih dahulu kita harus mengetahui konsep dan teori tentang gejala atau peristiwa tersebut dan selanjutnya kita lakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konsep dan teori merupakan salah satu kata kunci untuk memahami suatu gejala atau peristiwa yang terjadi.

Sebagai contoh : generalisasi

Radio yaitu suatu benda elektronik yang membutuhan listrik sebagai daya operasi.
Didalam penalaran deduktif dapat ditarik kesimpulan bahwa secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang disebut dengan silogisme. Silogisme dapat disebut juga sebagai premis yang kemudian premis dibagi menjadi dua yaitu premis mayor dan premis minor.

Berikut adalah contoh dari premis mayor dan minor :
Semua mahluk hidup perlu makan untuk mempertahanka hidupnya (Premis mayor)
Joko adalah seorang mahluk hidup (Premis minor)

Jenis – jenis penalaran deduktif yaitu :
a. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
b. Silogisme Hipotesis: Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
c. Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
d. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Beberapa Konsep dan simbol dalam penalaran yaitu :
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan suatu simbol. Dimana simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud dalam penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah suatu kalimat (kalimat berita) dan menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.

Berdasarkan keterangan diatas bahwa tiga bentuk didalam pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi tersebut digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari suatu rangkaian pengertian.

Didalam penalaran ada beberapa syarat – syarat kebenaran dalam penalaran yaitu :
Jika seseorang melakukan penalaran maka orang tersebut menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
• Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
• Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penalaran induktif dan deduktif sangat berkaitan erat dalam mengadakan suatu karya ilmiah yang dapat digunakan secara bersama – sama.

Jumat, 06 April 2012

Sejarah dan Profil FC Barcelona



FC Barcelona – juga dikenal sebagai Barça, adalah sebuah klub olahraga di Barcelona, Katalonia, Spanyol yang mempunyai klub-klub dalam beberapa cabang olahraga, namun yang paling terkenal adalah sepak bola.
Didirikan pada 1899 oleh 12 pemain sepak bola berasal dari Swiss, Inggris, dan Spanyol dibawah pimpinan Joan Gamper. FC Barcelona memiliki motto “Barca bukan hanya sekedar klub” (El Barça, és més que un club) serta memiliki himne yang berjudul “El Cant del Barca” yang diciptakan oleh Jaume Picas and Josep Maria Espinàs.
Tidak seperti klub sepak bola pada umumnya, FC Barcelona benar-benar milik dan dioperasikan oleh para suporternya. Stadion utamanya berada di Camp Nou, Barcelona.
Klub ini masuk menjadi peserta Primera División (Divisi Utama) sejak tahun 1928, dan bersama-sama Real Madrid dan Athletic Bilbao menjadi tim yang tak pernah terdegradasi ke Segunda División (Divisi Dua). Klub ini juga menjadi klub yang menjuarai liga Spanyol pertama kali.
Dengan persembahan 21 gelar Liga Spanyol, 25 gelar Copa del Rey, 10 gelar Piala Super Spanyol, 4 gelar Liga Champions Eropa, 4 gelar Piala UEFA, 4 gelar Piala Super Eropa, FC Barcelona menjadi salah satu tim tersukses di Spanyol, Eropa, dan dunia. Bukti paling nyata ketika pada tahun 2009 FC Barcelona berhasil menjadi klub Spanyol pertama yang berhasil meraih gelar Treble (juara La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions).
Berikut ini ada sepuluh fakta menarik yang harus Anda ketahui tentang Barca :
1)     Barca didirikan oleh Joan Gamper, seorang pengusaha berkebangsaan Swiss. Gamper datang ke Spanyol untuk urusan bisnis dengan beberapa orang Inggris dan Spanyol. Mereka ternyata sama-sama menyukai sepakbola dan kemudian sepakat untuk membuat sebuah klub pada 28 November 1899. Selain pendiri klub, Gamper juga menjadi salah satu pemain Barca sampai dengan 1903. Walter Wild dari Inggris, diangkat sebagai presiden pertama klub sampai dengan 1901.
2)  Ada lima pemain yang meriah penghargaan Balon d’Or (Pemain Terbaik Eropa) saat masih memperkuat Barca, yaitu: Luis Suarez (1960), Johan Cruyff (1973, 1974), Hristo Stoitchkov (1994), Rivaldo (1999) dan Ronaldinho (2005). Lalu, ada empat pemain yang permah mendapatkan penghargaan FIFA World Player of the Year, yaitu: Romario Faria da Souza (1994), Ronaldo (1996), Rivaldo (1999) dan Ronaldinho (2004, 2005).
3)  Rekor penonton terbanyak di Camp Nou adalah 120 ribu orang. Itu terjadi dalam putaran pertama pertandingan perempat-final Piala Champions melawan Juventus pada 5 Maret 1986.
4)   Sejak 1955, Barca merupakan satu-satunya tim yang selalu berpartisipasi setiap tahun di kompetisi Eropa, baik di Liga Champions, Piala UEFA, Piala Winners, sampai sekarang. Mereka juga pemegang juara Piala Winners terbanyak, yaitu empat kali juara (1979, 1982, 1989 dan 1997).
5)     Barca sudah 18 kali menjuarai La Liga dan 22 kali menjadi runner-up. Mereka pernah empat kali berturut-turut merajai La Liga, yaitu pada musim 1990/91, 1991/92, 1992/93 dan 1993/94. Sedangkan di Piala Raja, Barca memegang rekor sebagai juara terbanyak yaitu 24 kali. Tapi terakhir kali mereka meraih piala ini pada musim 1997/98.
6)   Barca menjuarai Piala Champions pada 1992 dan Liga Champions pada 2006. Tim juara 1992 dianggap sebagai salah satu tim terbaik dan paling menghibur di Eropa dan dunia.
Tim yang diasuh Johan Cruyff itu memiliki pemain terbaik di segala lini. Susunan tim inti 1992: Andoni Zubizareta (kiper); Nando, Albert Ferrer, Ronald Koeman, Miguel Angel Nadal, Jose Maria Bakero, Josep Guardiola, Julio Salinas, Michael Laudrup, Aitor Beguiristain, Hristo Stoichkov.
7)     Migueli masih memegang rekor pemain yang paling banyak tampil bersama Barca, total 548 gim di semua kompetisi dan 391 gim di La Liga. Rekor pemain yang masih aktif adalah Xavi Hernandez, yang sudah bermain 442 kali di semua kompetisi. Rekor pencetak gol terbanyak Barca adalah Cesar Rodriguez. Pemain asal Spanyol itu mencetak 195 gol di La Liga. Sedangkan rekor pemain yang masih aktif dipegang Samuel Eto’o (Kamerun) dengan 92 gol (sampai Desember 2008)
8)     Ada enam pemain Barca yang tergabung dalam timnas Spanyol saat menjuarai Piala Eropa 1964 dan 2008. Pada 1964 adalah, Jesus Maria Pereda, Josep Fuste dan Fernando Olivella. Sedangkan pada 2008, Carles Puyol, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Lalu, ada dua pemain Barca yang membawa timnya menjuarai Piala Dunia 1994 dan 2002. Keduanya dari Brasil, yaitu Romario (1994) dan Rivaldo (2002).
9)  Johan Cruyff merupakan pelatih tersukses Barca sampai saat ini. Selama delapan tahun membesut Barca (1988-1996). pria asal Belanda ini mampu memberikan 11 piala (empat gelar La Liga, satu piala Liga Champions, satu Piala Winners, satu Piala Raja, satu Piala Super Eropa dan tiga Piala Super Spanyol).
10)  Musim 2008/09 diprediksi bakal menjadi tahun kegemilangan Barca. Sampai pekan ke-17, mereka berada di puncak klasemen La Liga dengan keunggulan 11 poin atas peringkat kedua, Valencia. Selisih gol pun terbilang fantastis, memasukkan 51 gol dan baru kemasukan 11 gol.

Barca juga melaju ke babak 16 besar Liga Champions sebagai juara grup dan akan menghadapi Olympique Lyonnais. Tim inti mereka di musim ini adalah: Victor Valdes (kiper); Eric Abidal, Rafael Marquez, Carles Puyol, Dani Alvez, Andres Iniesta, Yaya Toure, Xavi, Thierry Henry, Samuel Eto’o, Lionel Messi.


Kamis, 05 April 2012

ANAK INDIGO

Asal usul istilah anak indigo berasal dari pseudosains, yaitu warna aura. Aura tidak terbukti ada secara ilmiah dan hanya mainan pseudosains. Asal usulnya yang pseudosains sudah cukup membuat curiga kita jangan-jangan istilah ini hanya label untuk sesuatu yang sebenarnya biasa di masyarakat.
Berbagai ragam buku, konferensi dan bahan terkait telah diciptakan diseputar keyakinan mengenai anak indigo dan sifat serta kemampuan mereka. Keyakinan ini mulai dari tahap lanjutan evolusi manusia atau memiliki kemampuan paranormal seperti telepati hingga keyakinan kalau mereka semata lebih empatis dan kreatif daripada teman-temannya.
Ciri-ciri anak indigo
Deskripsi anak indigo mencakup keyakinan kalau mereka lebih empatis, punya rasa ingin tahu yang tinggi, berkeinginan kuat, independen dan sering dinilai teman atau keluarga sebagai anak yang aneh; memiliki naluri definisi dan tujuan diri yang jelas; dan juga memiliki kecenderungan pada masalah spiritual semenjak kanak-kanak.
Anak indigo juga sering disebut memiliki perasaan kuat untuk ditadirkan. Sifat lain mencakup IQ tinggi, kemampuan intuitif inheren, dan resistensi pada otoritas.
Menurut Tober dan Carroll, anak indigo berkinerja buruk di sekolah karena menolak otoritas, lebih pintar dari gurunya dan kurang merespon pada disiplin berbasis rasa bersalah, rasa takut atau manipulasi.
Sebenarnya para penulis buku New Age menyebutkan kalau ada 17 ciri anak indigo. Walau begitu, menurut psikolog Russel Barkley, gerakan New Age belum menghasilkan satupun bukti empiris mengenai keberadaan anak indigo berdasarkan sifat-sifat tersebut, karena ke-17 sifat yang umum diberikan kepada mereka hanyalah efek Forer (yaitu begitu kaburnya sehingga dapat menjelaskan siapa saja).
Jadi secara umum, sifat-sifat yang dapat dipandang tidak mengandung efek Forer adalah :
  1. tergolong sangat cerdas,
  2. punya tujuan hidup,
  3. menolak otoritas dan
  4. sangat peka.
Mari kita tinjau satu-satu :
Tergolong sangat cerdas
Ok. Ini kuantitatif. Bisa diukur langsung dengan objektif lewat tes IQ dan memang mereka ber IQ tinggi.
Punya tujuan hidup
Umumnya orang dewasa saja yang punya tujuan hidup yang jelas. Tapi Kalau ia ber IQ tinggi, otomatis punya kemampuan berpikir lebih dewasa mendahului anak-anak biasanya.
Menolak otoritas
Orang yang sangat cerdas tidak akan percaya apapun yang mereka dengar, karena skill berpikir kritis mereka. Seorang pemikir kritis mempertanyakan segalanya dalam usaha menemukan apa yang benar, apa yang nyata. Karenanya, mereka mungkin melawan otoritas. Hal ini tidak ada hubungannya dengan ‘spesial.’
Dalam dunia medis, tindakan melawan otoritas, seperti guru, adalah salah satu ciri ADHD (sejenis gangguan konsentrasi yang dicirikan fokus sangat tinggi pada hal yang disenangi hingga mengabaikan hal-hal lain disekitarnya).
Sangat peka
Orang ber IQ tinggi juga berarti memiliki kendali yang lebih baik pada fungsi otak mereka atau lebih perseptif. Ia lebih cepat berpikir dari orang biasa, ia lebih cepat menganalisa dan lebih mampu mengambil kesimpulan dari masukan informasi lebih sedikit dari yang seharusnya. Jadi ketika sang anak indigo di klaim bisa mendiagnosa penyakit dengan kekuatan doa atau apalah yang berbau mistik, ia sebenarnya hanya memiliki kemampuan mendeteksi petunjuk halus dari penderita. “Hmm, dilihat dari gerak-geriknya, orang ini menderita masalah ginjal,” misalnya. Berbeda dengan dokter yang memerlukan alat-alat peka untuk memeriksa penyakit ini.
Jadi , bagaimana pendapat logika?
Bagaimana kita menyebut orang seperti ini sebelum tahun 1970an? Ya Manusia. Manusia dengan kecerdasan dan persepsi di atas rata-rata plus masalah ADHD. Tahun 1970an, Nancy Ann Tappe membawa wacana indigo ini dan selain memberi istilah singkat dari kalimat panjang : cerdas + perseptual + ADHD, juga berfungsi mempromosikan wacana aura yang katanya anak kategori ini memiliki warna aura indigo. Perlu diketahui aura tidak terbukti ilmiah, dan kalau tidak salah fakil sudah membahasnya dulu.
Bagaimana pendapat sains?
Sebagian pakar kesehatan mental khawatir kalau orang tua yang akan memberikan label Indigo pada anaknya karena mereka tidak mau percaya kalau anak mereka memiliki masalah perilaku berkaitan dengan ADHD, seperti menentang otoritas dan bermasalah dengan peraturan sekolah.
“Sebagian penderita ADHD adalah anak yang sangat sangat cerdas, waspada dan sangat sensitif pada petunjuk halus dari orang lain,” kata David Stein, profesor psikologi Universitas Langwood di Farmville, Va.
Namun, katanya lagi, “Saya tidak akan menyebutnya anak indigo. Saya semata menyebutnya anak cerdas yang berperilaku salah.”
David Cohen, profesor aksi sosial klinis dari Universitas Internasional Florida di Miami setuju. “Pandangan dalam dunia kedokteran adalah ADHD merupakan gangguan,” katanya. “Jika anda orang tua, mengganti istilah ‘anak yang mengalami gangguan’ dengan ‘anak yang memiliki kelebihan,” terdengar lebih baik.”
Stephen Hinshaw, profesor psikologi Universitas California, Berkeley, mengatakan kalau lebih baik anak cerdas penderita ADHD tetap belajar di sekolah karena walau bagaimanapun mereka butuh pendidikan terstruktur, walaupun pada awalnya struktur ini menyebabkan kesulitan.
Nick Colangelo, profesor pendidikan anak berbakat dari Universitas Iowa mengatakan kalau buku tentang anak indigo pertama seharusnya tidak diziinkan dipublikasikan dan mengatakan kalau “gerakan Anak Indigo sebenarnya bukan tentang sang anak, dan bukan juga tentang warna indigo. Hal tersebut mengenai orang dewasa yang bergaya seperti pakar dan menghasilkan uang dari buku, presentasi dan video.” Terdengar seperti para motivator bagi fakil.
Ada berapa banyak anak indigo?
IQ yang dipandang rata-rata adalah antara 100 hingga 114. 35% dari masyarakat berada dalam kisaran ini. Sementara itu, IQ rendah dinilai dari 85 hingga 99, memuat 34% anggota masyarakat pula. Jadi sisanya, di atas IQ 114 ada 31% masyarakat. Memang semakin tinggi semakin langka, tapi jumlah 31% masih sangat banyak. Data anak yang terdiagnosis ADHD di AS tahun 2003 adalah 6% pada anak usia 3-17 tahun. Sebagiannya mungkin ber IQ sangat tinggi dan menurut karakteristiknya, mereka adalah anak indigo.
Kesimpulan
Tentu saja ini semua adalah semantik. Indigo, kristal, ADHD, autis, ODD. Kemampuan manusia menggunakan bahasa memberikan keleluasan untuk menciptakan istilah. Jadi, jika anda bertanya pada faktailmiah.com apakah anak indigo itu benar ada? kami jawab ya. Mereka ada, karena istilah indigo hanyalah sinonim dari sangat cerdas.